Rabu, 12 Mei 2010

Lech Walesa

siang tadi (rabu 12 mei) saya memaksakan diri hadir ke universitas paramadina jakarta untuk mengikuti kuliah umum oleh lech walesa.

saya sebenarnya baru mengenal sosok ini beberapa bulan yang lalu. waktu itu saya mendownload film memperingati 25 tahun gerakan solidarnosc di polandia, filmya seperti 9808, jadi ada banyak cerita (saya lupa istilahnya, maaf). di film memperlihatkan bagaimana perjuangan serikat buruh pelabuhan yang menentang rezim komunis uni soviet di polandia. dan mereka mengadakan pemogokan yang berhasil tahun 1980. untuk cerita jelasnya bisa lihat di wikipedia.

dan beberapa kali dosen saya menyebutkan klo lech walesa (pemimpin gerakan solidarnosc) merupakan salah satu tokoh yang menyebabkan perang dingin berakhir. dan dibandingkan tokoh tokoh lainnya (klo ga salah inget adalah mikail gorbachev, paus yohanes paulus kedua, sama ronald reagan) lech adalah tokoh yang tengah tengah, dia adalah pemimpin serikat buruh yang anti komunis dan taat pada agamanya (yang kebetulan katolik roma). dan yang paling penting buat saya adalah gerakan yang dia buat punya logo yang sangat keren. itu yang paling membuat saya tertarik dengan lech walesa. cerita lebih lengkap tentang lech walesa bisa juga dilihat di wikipedia. oh ya tambahannya klo males buka wiki, dia pernah jadi presiden polandia dan juga pernah menerima hadiah nobel perdamaian.


awalnya saya sempat ragu untuk datang, karena saya sendirian, seorang teman yang saya tidak akan sebutkan namanya (tapi namanya adalah bram) tadinya (saya pikir) mau dateng bareng ke acara itu, tapi dia ternyata harus bertugas di bandung. tapi akhirnya saya datang juga.


acaranya ternyata dipercepat, tapi untungnya pas saya datang baru sambutan dari rektor paramadina. lech mengawali ceramah atau kuliah (yang dibilangnya sebagai encouragement) dengan berkata, "saya tidak yakin anda semua mau mendengar kisah hidup saya, apalagi saya sebagai seorang politikus. karena waktu saya seumuran kalian saya juga males denger omongan politikus, membosankan." semua orang tertawa, hm,, ok awal yang bagus. oh ya penampilan fisik dari lech juga sangat ramah tidak terkesan seram atau membosankan.


dia menekankan pentingnya generasi sekarang mengetahui benar apa masalah yang dihadapinya. generasi sekarang tidak dapat mengikuti perjuangan generasi yang lebih tua, karena pasti persoalan yang dihadapi lain. di mengilustrasikannya dengan lucu, "bila ayah saya bangkit dari kubur dan bertanya bagaimana keadaan eropa sekarang. maka saya akan bercerita tentang eropa yang tanpa batas, eropa yang tidak saling berperang, eropa yang tidak banyak tentara berjaga jaga di sudut sudut jalan. tapi belum selesai saya menceritakan itu, ayah saya pasti akan mati lagi karena kaget mendengar cerita saya."

dia juga menceritakan masalah yang dihadapinya waktu masanya dulu, yaitu masuknya tentara soviet ke dalam polandia dan juga mengepung polandia dari luar, ditambah lagi ancaman nuklir. dan apa yang membuat mereka bisa berhasil adalah semangat solidaritas atau solidarnosc, yaitu semangat untuk saling membantu meringankan beban.

ketika ditanya soal bagaimana menjalankan demokrasi yang benar di indonesia, lech bilang klo menjalankan demokrasi itu seperti belajar berenang, kita tidak bisa membeli semua buku dan mengikuti pelajaran tentang teknik berenang dan langsung bisa berenang. "saya berani taruhan bila orang belajar renang secara begitu, pada saat pertama kali dia terjun ke air pasti tenggelam." cara yang di sarankan lech adalah mencobanya perlahan lahan, seperti berenang mencoba tempat yang dangkal terlebih dahulu lalu semakin dalam dan lancar.

lech juga dapat menjelaskan soal perburuhan dengan gampang. menurut dia ada tiga faktor dalam masalah perburuhan, buruh atau serikat buruh, perusahaan atau pemilik modal dan negara sebagai pembuat peraturan. apa yang dibutuhkan hanya komputer, ditampung semua apa yang menjadi tuntutan buruh dan pengusaha dan pemerintah mengeluarkan regulasinya. klo ada yang melanggar tinggal dilihat di komputer tidak perlu pakai emosi dan tindakan emosional.


sebenarnya banyak hal yang ingin saya ceritakan, tapi karena kemampuan saya untuk menulis terbatas, jika kamu masih penasaran nanti lain kali saya ceritakan, hihihi..

oh ya hal lain yang membuat saya kagum (dan geli) adalah setelah penyerahan cendera mata dari pihak kampus, lech meminta agar semua peserta berfoto bersamanya, dan lech walesa tampak seperti santa klaus di tengah tengah mereka, hahaha..


2 komentar:

  1. "...tapi belum selesai saya menceritakan itu, ayah saya pasti akan mati lagi karena kaget mendengar cerita saya."

    haha, lucuan mana dia sama colin? :))

    BalasHapus
  2. lucuan ini karena dia ngomong pake bahasa polandia dan kayak badut ngomongnya, hahahahaha,,,,

    BalasHapus