Sabtu, 06 Februari 2010

saya mulai mencintai charlie brown


baru natal kemarin saya menghadiahkan kepada prastika lestari sebuah buku kecil berjudul the joy of a peanuts christmas, 50 years of holiday comics. buku ini merupakan kumpulan komik strip dari kelompok peanuts karya Charles Schulz, yang semuanya bertema natal.

setelah ikut membacanya saya pun jatuh cinta kepada salah seorang dari kelompok tersebut, yaitu charlie brown. kesialannya dan kebodohannya yang lugu, membuat charlie brown gagal dalam tiap usaha yang dilakukannya. di buku ini charlie brown dideskripsikan sebagai " a born loser who never loses hope", hm,, betapa menggemaskannya karakter ini.

saya membayangkan charlie brown adalah proyeksi dari Charles Schulz sendiri. kata wikipedia keduanya memiliki kesamaan sebagai anak tukang cukur. namun biarpun begitu, karya karya Schulz dideskripsikan sebagai "most shining example of the American success story", sedangkan charlie brown adalah contoh dari "the great American un-success story".

beberapa hari lalu ketika saya mengunjungi sebuah pusat pertokoan bernama bandung indah plaza, saya melihat mainan charlie brown. saya pun membelinya, untuk dijadikan sogokan kepada prastika lestari yang sedang marah marah (padahal di dalam hati saya juga ingin memilikinya). mainan ini agak mirip seperti grin karya Ron English yang selalu saya idam idamkan namun tidak pernah mampu terbeli. mainan ini berukuran tinggi sekitar 5 inci, dan memiliki cat detail yang lumayan baik.


his dog calls him "that round-headed kid" and his friends sometimes call him "blockhead," but everyone knows him by his full name.

1 komentar: