ini semua berawal minggu lalu, saat saya berhasil menambah komik serial petualangan Dick Herisson karya Didier Savard. mengapa hal ini sampai saya jadikan tulisan di blog ini (selain karena saya tidak punya kegiatan yang lebih penting selain ini), karena bagi saya sendiri serial petualangan Dick Herisson jauh lebih menarik dan seru daripada komik komik petualangan sejenis lainnya yang saya miliki, seperti Tintin (Hergé), Lefranc (Jacques Martin dan Gilles Chaillet), Barelli (Bob de Moor) atau Blake dan Mortimer (Edgar P. Jacobs).
mungkin kalian akan bertanya heran, apa kerennya Dick Herisson dibanding Lefranc apalagi Tintin.
begini, menurut saya dalam aksinya Tintin sering kali terlalu beruntung, yang menurut saya keberuntungannya sering tidak masuk akal. Lefranc terlihat seperti seorang pedofil karena selalu beraksi bersama Jeanjean. dan Barelli adalah artis yang menggunakan aji mumpung jadi detektif.
ya, memang alasan alasan di atas terlalu dangkal, jadi berikut saya akan meperlihatkan kenapa Dick Herisson lebih keren.
Savard memang merupakan generasi komikus Ligne claire atau "garis jelas" setelah generasi majalah Tintin atau yang disebut juga mashab Brussel (Edgar P. Jacobs, Bob de Moor, Roger Leloup, Jacques Martin dan tentu saja Georges Prosper Remi atau Hergé), bahkan juga masih dibawah komikus Belanda Joost Swarte. Savard mulai untuk membuat komik pada tahun 1973, dengan komik berjudul Le Fabuleux Destin d'Auguste Pinochet di majalah Libération. selain itu dia juga sering membuat komik komik humor atau komik pendek untuk majalah majalah lainnya, salah satunya majalah komik yang cukup terkenal Pilote.
karena informasi tentang Savard sangat terbatas saya tidak mengetahui bagaimana gaya komik Savard pada masa masa itu, tapi menurut Lambiek.net, Savard berganti gaya menjadi "garis jelas" pada tahun 1984 dengan membuat serial petualangan Dick Herisson pertama L'Ombre du Torero atau ,terjemahan Indonesianya, Bayang-bayang Matador.
menurut saya, pada komik pertama ini Savard menunjukan rasa hormatnya kepada Hergé dengan memunculkan beberapa tokoh dari serial Tintin dalam foto atau lukisan.
jejak Hergé juga ada di komik kedua Les Voleurs d'oreilles atau Pencuri Telinga.
oh ya, Dick Herrison adalah seorang detektif pribadi yang dalam penyelidikannya sering dibantu temannya Jerome Doutendieu, yang kadang justru yang menyelesaikan kasus yang ditangani Herrison. latar belakangnya kebanyakan di kota Arles dan beberapa kota kecil di Perancis pada tahun 1930an.
kasus kasus yang ditangani Herisson sangat aneh dan cukup misterius. pada Pencuri Telinga Herisson menangani kasus pembunuhan berantai di kota Arles yang kesemua korbannya dipotong telinga kirinya. ternyata penyelidikan menemukan bahwa semua korban ditemukan di tempat tempat objek lukisan Vincent van Gogh di kota itu. yang seremnya, savard memasukan potongan telinga kiri van Gogh juga dalam ceritanya. dan akhir kasus ini ternyata pembunuhan berantai ini dilakukan agen fasis itali yang memburu orang orang italia pelarian yang anti fasis.
ada juga kasus mengenai opera karya Giacomo Puccini yang cukup fenomenal yaitu Turandot di cerita Opera Terkutuk (L'Opéra maudit).
Lefranc tidak pernah terlihat memiliki ketertarikan pada wanita, hanya Jeanjean, Jeanjean dan Jeanjean saja yang ada di otaknya. Herrison bisa dibilang masih manusiawi, bisa tergoda pelacur murahan saat Doutendieu sedang mencari informasi, Komplotan Manusia Ikan (halaman 40).dan yang paling ajaib dan membuat saya heran adalah,
jadi itulah alasan saya kenapa saya sangat menyukai serial petualangan Dick Herisson.
mungkin ada beberapa hal lain yang terlewat dalam tulisan ini, jadi supaya lebih jelas kalian dapat mencari komiknya sendiri. komik komik terjemahan Indonesianya terbitan Pustaka Sinar Harapan di tahun 1994-1996. komik yang diterjemahkan setau saya ada 6, saya tidak tau jika ada terjemahan yang baru sehabis Misteri Kematian Delapan Sekawan. tapi versi aslinya sampai sekarang ada 12 komik, kalian bisa mencari informasinya di wikipedia.
oh ya, info tambahannya Didier Savard pernah membuat pastiche Tintin resmi pertama yang diterbitkan dalam rangka 70 tahun Tintin pada tahun 1999. judulnya adalah Objectif Monde, kalian bisa membacanya di sini jika bisa bahasa Perancis, saya si tidak bisa, jadi saya memilih untuk melihat lihat gambarnya saja.

saya juga suka sekali dengan seri komik dick herisson, ceritanya benar-benar menarik n yg penting ga monoton... Sayangnya di Indonesia cuma terbit 6 seri saja...
BalasHapusiya,, sayang cuma enam saja.
Hapus