Tampilkan postingan dengan label tika. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tika. Tampilkan semua postingan
Minggu, 08 Agustus 2010
Sabtu, 06 Februari 2010
saya mulai mencintai charlie brown

baru natal kemarin saya menghadiahkan kepada prastika lestari sebuah buku kecil berjudul the joy of a peanuts christmas, 50 years of holiday comics. buku ini merupakan kumpulan komik strip dari kelompok peanuts karya Charles Schulz, yang semuanya bertema natal.
setelah ikut membacanya saya pun jatuh cinta kepada salah seorang dari kelompok tersebut, yaitu charlie brown. kesialannya dan kebodohannya yang lugu, membuat charlie brown gagal dalam tiap usaha yang dilakukannya. di buku ini charlie brown dideskripsikan sebagai " a born loser who never loses hope", hm,, betapa menggemaskannya karakter ini.
beberapa hari lalu ketika saya mengunjungi sebuah pusat pertokoan bernama bandung indah plaza, saya melihat mainan charlie brown. saya pun membelinya, untuk dijadikan sogokan kepada prastika lestari yang sedang marah marah (padahal di dalam hati saya juga ingin memilikinya). mainan ini agak mirip seperti grin karya Ron English yang selalu saya idam idamkan namun tidak pernah mampu terbeli. mainan ini berukuran tinggi sekitar 5 inci, dan memiliki cat detail yang lumayan baik.
his dog calls him "that round-headed kid" and his friends sometimes call him "blockhead," but everyone knows him by his full name.
tentang:
buku,
Charles Schulz,
charlie brown,
komik strip,
mainan,
peanuts,
tika
Selasa, 13 Oktober 2009
still crazy after all these years
pada suatu malam saya akhirnya memutuskan pergi ke pembukaan pameran Agus Suwage bersama tika, setelah beberapa kali menolak ajakan itu. sebagai orang yang tidak berbudaya, saya takjub dengan pameran yang diadakan di Selasar Sunaryo tanggal 9 oktober - 1 november (mungkin ketakjuban saya nantinya dapat dijelaskan lewat foto foto di bawah ini).
di sana ternyata saya bertemu beberapa teman, salah seorang dari teman saya itu (yang masuk golongan seniman muda di pamerannya tahun lalu, terakhir saya bertemu dia) berkomentar, "capek gw." sebagai orang yang berpikiran pendek saya membalas, "iya, banyak soalnya.". ternyata bukan itu maksudnya, dia membenarkan, "bukan itunya, berat berat" oh, ternyata tentang pemahaman maksudnya (untung saya tidak membalas, iya emang gede gede, hihi). yayaya,, memang karya seniman sekelas Agus Suwage akan memaksa penikmat berpikir lebih dalam. namun saya sebagai orang yang sangat pemalas, saya tidak berusaha memikirkannya lebih lanjut, lebih menyenangkan melakukan sightseeing daripada pusing memperhatikan, hahahahahaha... namanya juga pameran dari selected works ngapain juga dipusingin..
cantik
saya cukup heran dengan kelakuan orang orang yang berusaha mengintip apa isi kotak yang dapat menggerakan dayung.
waw.. kepala terbang.. kesalahan saya adalah saya tidak memunculkan orang di sebelah karya ini, dalam foto untuk menunjukan betapa besarnya karya ini.
hahahaha...

situs ini yang yang paling berbahaya, di depan ruangnya saja ada peringatan "ini konsumsi orang dewasa" (hahahaha). namun sebenarnya di dalamnya adalah sangat sangat indah. vox mortis vox orbis.
after a crazy night, a signed catalog (hahahahaha,, as always).
di sana ternyata saya bertemu beberapa teman, salah seorang dari teman saya itu (yang masuk golongan seniman muda di pamerannya tahun lalu, terakhir saya bertemu dia) berkomentar, "capek gw." sebagai orang yang berpikiran pendek saya membalas, "iya, banyak soalnya.". ternyata bukan itu maksudnya, dia membenarkan, "bukan itunya, berat berat" oh, ternyata tentang pemahaman maksudnya (untung saya tidak membalas, iya emang gede gede, hihi). yayaya,, memang karya seniman sekelas Agus Suwage akan memaksa penikmat berpikir lebih dalam. namun saya sebagai orang yang sangat pemalas, saya tidak berusaha memikirkannya lebih lanjut, lebih menyenangkan melakukan sightseeing daripada pusing memperhatikan, hahahahahaha... namanya juga pameran dari selected works ngapain juga dipusingin..
cantik
saya cukup heran dengan kelakuan orang orang yang berusaha mengintip apa isi kotak yang dapat menggerakan dayung.
waw.. kepala terbang.. kesalahan saya adalah saya tidak memunculkan orang di sebelah karya ini, dalam foto untuk menunjukan betapa besarnya karya ini.
hahahaha...
tentang:
agus suwage,
indah,
selasar sunaryo,
seni,
seniman,
tika
Minggu, 28 Juni 2009
Kitahara World Toy Collection Vol.1 (Godzilla)
sebuah tawaran terlontar dari tika setelah kami berdebat cukup panjang tentang "apa pintu pagar harus ditutup" dan "saat motor dikunci sebaiknya ditunggu atau tidak", (dan tentu saja perdebatan itu diakhiri dengan tanpa ada kata sepakat, hanya saling pengertian) "ya udah besok dibeliin mainan deh.."
maka kemudian saya memilih miniatur godzilla dari seri Kitahara World Toy Collection Vol.1 keesokan sorenya, sebuah pilihan yang telah terpikirkan sejak beberapa bulan belakangan. bayangan akan godzilla dan monster monster (mahluk aneh lebih tepatnya/kaiju) agaknya telah melekat menjadi kerak dalam cangkang otak.
godzilla berukuran 2,5 inci produksi Zacca tahun 2007 ini merupakan miniatur dari godzilla kaleng berremote control produksi pabrik mainan Jepang yang cukup tua Marusan tahun 1964 (yang mungkin hanya dapat saya peroleh bila mau mendonorkan ginjal atau mata saya). kenapa godzilla ini sampai dibuat miniaturnya?
jadi ceritanya perusahaan mainan Jepang, Zacca, meminta seorang yang sangat sangat (sangat lagi kalau boleh) hebat dalam mengumpulkan mainan, yaitu Teruhisa Kitahara (dia juga sudah membukukan koleksi koleksi mainannya) untuk memilih 10 mainan terfavoritnya untuk dijadikan miniatur, jadi dalam seri Kitahara World Toy Collection Vol.1 juga terdapat dari beberapa miniatur mainan kaleng klasik lainnya.
walaupun kecil dan remote control tidak berfungsi, godzilla ini sangat cocok untuk jadi koleksi.
tanya saya jika kamu ingin juga, hihihihi...
kemasan dan kertas berisi keterangan berbahasa Jepang.
seperti terbuat dari kaleng sungguhan.
lambang Marusan di telapak kaki yang dibuat seakan beroda.

bagian remote control tampak bisa dibuka padahal tidak.
maka kemudian saya memilih miniatur godzilla dari seri Kitahara World Toy Collection Vol.1 keesokan sorenya, sebuah pilihan yang telah terpikirkan sejak beberapa bulan belakangan. bayangan akan godzilla dan monster monster (mahluk aneh lebih tepatnya/kaiju) agaknya telah melekat menjadi kerak dalam cangkang otak.
godzilla berukuran 2,5 inci produksi Zacca tahun 2007 ini merupakan miniatur dari godzilla kaleng berremote control produksi pabrik mainan Jepang yang cukup tua Marusan tahun 1964 (yang mungkin hanya dapat saya peroleh bila mau mendonorkan ginjal atau mata saya). kenapa godzilla ini sampai dibuat miniaturnya?
jadi ceritanya perusahaan mainan Jepang, Zacca, meminta seorang yang sangat sangat (sangat lagi kalau boleh) hebat dalam mengumpulkan mainan, yaitu Teruhisa Kitahara (dia juga sudah membukukan koleksi koleksi mainannya) untuk memilih 10 mainan terfavoritnya untuk dijadikan miniatur, jadi dalam seri Kitahara World Toy Collection Vol.1 juga terdapat dari beberapa miniatur mainan kaleng klasik lainnya.
walaupun kecil dan remote control tidak berfungsi, godzilla ini sangat cocok untuk jadi koleksi.
tanya saya jika kamu ingin juga, hihihihi...
kemasan dan kertas berisi keterangan berbahasa Jepang.
seperti terbuat dari kaleng sungguhan.
lambang Marusan di telapak kaki yang dibuat seakan beroda.
bagian remote control tampak bisa dibuka padahal tidak.
tentang:
blind box,
godzilla,
kaiju,
Kitahara World Toy Collection Vol.1,
mainan,
Marusan,
miniatur,
Teruhisa Kitahara,
tika,
Zacca
Langganan:
Postingan (Atom)
