Minggu, 05 September 2010

beruang kutub terakhir

seminggu yang lalu, sebuah surat dalam botol sampai ke depan kamarku, isinya adalah permintaan tolong dari seekor beruang kutub, "kepada siapapun pembaca surat ini, aku ingin meminta tolong, datanglah ke sini untuk membantuku mencari sakelar lampu. di sini gelap dan dingin. tertanda beruang kutub terakhir"

aku bingung, bagaimana aku dapat pergi ke tempatnya, dia tidak meninggalkan alamat, nomer telepon atau petunjuk apapun yang memberi tahu tentang keberadaannya. dan adalah tidak mungkin untuk aku ikut masuk ke dalam botol ini dan melemparkan kembali ke laut untuk sampai tempat beruang kutub itu berada.

maka aku siapkan sebatang lilin dan sekotak kecil korek api, beserta surat, "kepada beruang kutub terakhir, bersama surat ini, aku sampaikan kepadamu sebatang lilin dan korek api, semoga dua benda itu membuat mu nyaman. semoga hari mu menyenangkan."

aku tinggalkan botol berisi surat itu depan pintu kamarku, besok pagi ombak akan mengambilnya dan mengantarnya pada si beruang kutub.

beberapa hari kemudian botol itu kembali, sayangnya dalam keadaan sudah pecah berantakan, tapi suratnya masih bisa terbaca, "maafkan aku, aku rasa jari jariku terlampau terlalu besar untuk menyalahkan korek api. dan gelap ini terlalu pekat, juga dingin sangat dahsyat bagi lilin kecil ini (itu juga jika lilin berhasil dinyalakan). tapi aku ingin mengucapkan terima kasih sebesar besarnya atas usahamu. salam sayang, tertanda beruang kutub terakhir. ps: disini tidak ada hari, setiap saat adalah malam"

karena botol pengantar surat sudah pecah, aku pun mencoba menulis suratku di selembar kertas, melipatnya jadi pesawat terbang dan menerbangkannya menuju arah utara. semoga surat itu sampai kepadanya, beruang kutub terakhir.