Rabu, 07 Juli 2010

Dick Herisson lebih keren dari Tintin

(apa yang akan saya tulis berikut ini hanya berdasar pada sikap sok tau. dan sumber informasi yang saya miliki hanyalah sebatas komik komik yang saya miliki dan sedikit sumber yang bisa didapatkan bebas di internet. jadi jika ada teman teman yang mungkin mengetahui sesuatu yang tidak saya ketahui, tolong bantu saya)

ini semua berawal minggu lalu, saat saya berhasil menambah komik serial petualangan Dick Herisson karya Didier Savard. mengapa hal ini sampai saya jadikan tulisan di blog ini (selain karena saya tidak punya kegiatan yang lebih penting selain ini), karena bagi saya sendiri serial petualangan Dick Herisson jauh lebih menarik dan seru daripada komik komik petualangan sejenis lainnya yang saya miliki, seperti Tintin (Hergé), Lefranc (Jacques Martin dan Gilles Chaillet), Barelli (Bob de Moor) atau Blake dan Mortimer (Edgar P. Jacobs).

mungkin kalian akan bertanya heran, apa kerennya Dick Herisson dibanding Lefranc apalagi Tintin.

begini, menurut saya dalam aksinya Tintin sering kali terlalu beruntung, yang menurut saya keberuntungannya sering tidak masuk akal. Lefranc terlihat seperti seorang pedofil karena selalu beraksi bersama Jeanjean. dan Barelli adalah artis yang menggunakan aji mumpung jadi detektif.

ya, memang alasan alasan di atas terlalu dangkal, jadi berikut saya akan meperlihatkan kenapa Dick Herisson lebih keren.

Savard memang merupakan generasi komikus Ligne claire atau "garis jelas" setelah generasi majalah Tintin atau yang disebut juga mashab Brussel (Edgar P. Jacobs, Bob de Moor, Roger Leloup, Jacques Martin dan tentu saja Georges Prosper Remi atau Hergé), bahkan juga masih dibawah komikus Belanda Joost Swarte. Savard mulai untuk membuat komik pada tahun 1973, dengan komik berjudul Le Fabuleux Destin d'Auguste Pinochet di majalah Libération. selain itu dia juga sering membuat komik komik humor atau komik pendek untuk majalah majalah lainnya, salah satunya majalah komik yang cukup terkenal Pilote.

karena informasi tentang Savard sangat terbatas saya tidak mengetahui bagaimana gaya komik Savard pada masa masa itu, tapi menurut Lambiek.net, Savard berganti gaya menjadi "garis jelas" pada tahun 1984 dengan membuat serial petualangan Dick Herisson pertama L'Ombre du Torero atau ,terjemahan Indonesianya, Bayang-bayang Matador.

menurut saya, pada komik pertama ini Savard menunjukan rasa hormatnya kepada Hergé dengan memunculkan beberapa tokoh dari serial Tintin dalam foto atau lukisan.

di halaman 3 ada lukisan Rackham Merah di rumah keluarga Segonnaux.

lalu di halaman 19 dinding museum penuh dengan lukisan atau foto dari tokoh tokoh terkenal dari serial tintin.

jejak Hergé juga ada di komik kedua Les Voleurs d'oreilles atau Pencuri Telinga.

di belakang meja kerja Herisson terdapat patung suku Arumbaya dengan kuping dan tangan yang rusak (halaman 3).

oh ya, Dick Herrison adalah seorang detektif pribadi yang dalam penyelidikannya sering dibantu temannya Jerome Doutendieu, yang kadang justru yang menyelesaikan kasus yang ditangani Herrison. latar belakangnya kebanyakan di kota Arles dan beberapa kota kecil di Perancis pada tahun 1930an.

sebelah kiri adalah Herrison dan sampingnya adalah Doutendieu.

kasus kasus yang ditangani Herisson sangat aneh dan cukup misterius. pada Pencuri Telinga Herisson menangani kasus pembunuhan berantai di kota Arles yang kesemua korbannya dipotong telinga kirinya. ternyata penyelidikan menemukan bahwa semua korban ditemukan di tempat tempat objek lukisan Vincent van Gogh di kota itu. yang seremnya, savard memasukan potongan telinga kiri van Gogh juga dalam ceritanya. dan akhir kasus ini ternyata pembunuhan berantai ini dilakukan agen fasis itali yang memburu orang orang italia pelarian yang anti fasis.

kasus lainnya lagi dari cerita Vampir Desa la Coste (Le Vampire de la Coste) adalah ditemukannya beberapa jenasah gadis dalam keadaan kehabisan darah, seperti ada yang menghisapnya. yang keren adalah kejadian ini terjadi di reruntuhan puri tempat tinggal seorang pujangga perancis paling terkenal, Donatien Alphonse François Marquis de Sade (bagi kalian yang belum kenal bisa diklik link ke wikipedia). dan penduduk desa itu mengira pelakunya adalah salah keturunan Marquis de Sade yang tinggal di reruntuhan puri itu. dan ternyata pelakunya adalah agen nazi jerman yang mengumpulkan darah untuk usaha nazi menciptakan ras unggul.

ada juga kasus mengenai opera karya Giacomo Puccini yang cukup fenomenal yaitu Turandot di cerita Opera Terkutuk (L'Opéra maudit).

di serial ini, Savard sering menampilkan gambar yang sangat keren menurut saya yang tidak dilakukan komikus komikus "garis jelas" lain dalam koleksi saya.

Hergé tidak pernah menggambarkan peluru menembus kepala. Savard melakukannya pada Pencuri Telinga (halaman 43).

Lefranc tidak pernah terlihat memiliki ketertarikan pada wanita, hanya Jeanjean, Jeanjean dan Jeanjean saja yang ada di otaknya. Herrison bisa dibilang masih manusiawi, bisa tergoda pelacur murahan saat Doutendieu sedang mencari informasi, Komplotan Manusia Ikan (halaman 40).

ada juga adegan pengorbanan manusia (perempuan telanjang lebih tepatnya) yang kemudian digagalkan Herisson pada cerita Vampir Desa la Coste (halaman 24).

dalam serial Tintin hal paling ajaib paling paling munculnya pulau yang berisi jamur, pohon apel dan laba laba raksasa. Savard memunculkan dewa masyarakat Sumeria yang memakan manusia pada cerita Komplotan Manusia Ikan (La Conspiration des poissonniers).

dan yang paling ajaib dan membuat saya heran adalah,

Savard menggambarkan nipple slip, yang tidak mungkin tidak sengaja. kejadian ini terdapat dalam karnaval di cerita Opera Terkutuk (halaman 29).

saya menyukai gambar ini karena detailnya. ini dari cerita Komplotan Manusia Ikan (halaman 49).

gambar ini berasal dari cerita Misteri Kematian Delapan Sekawan atau Frères de cendres (halaman 42). gambar ini juga sangat keren bagi saya karena efek bentuk dan warna merah pada panel terakhir setelah gambar guillotine, sangat cantik.

jadi itulah alasan saya kenapa saya sangat menyukai serial petualangan Dick Herisson.

mungkin ada beberapa hal lain yang terlewat dalam tulisan ini, jadi supaya lebih jelas kalian dapat mencari komiknya sendiri. komik komik terjemahan Indonesianya terbitan Pustaka Sinar Harapan di tahun 1994-1996. komik yang diterjemahkan setau saya ada 6, saya tidak tau jika ada terjemahan yang baru sehabis Misteri Kematian Delapan Sekawan. tapi versi aslinya sampai sekarang ada 12 komik, kalian bisa mencari informasinya di wikipedia.

oh ya, info tambahannya Didier Savard pernah membuat pastiche Tintin resmi pertama yang diterbitkan dalam rangka 70 tahun Tintin pada tahun 1999. judulnya adalah Objectif Monde, kalian bisa membacanya di sini jika bisa bahasa Perancis, saya si tidak bisa, jadi saya memilih untuk melihat lihat gambarnya saja.

2 komentar:

  1. saya juga suka sekali dengan seri komik dick herisson, ceritanya benar-benar menarik n yg penting ga monoton... Sayangnya di Indonesia cuma terbit 6 seri saja...

    BalasHapus