Senin, 30 November 2009

Mike Mignola adalah jenius

saya sangat mengagumi karya karya dari Mike Mignola, seperti komik hellboy, batman: gotham by gaslight, film animasi the amazing screw-on head, dan juga semua gambar gambar kover komik yang pernah dibuatnya.

menurut saya Mignola mempunyai keajaiban dalam menggambar dan bercerita. gambarnya memiliki ciri yang sangat khas, fisik yang unik, badan yang dibuat Mignola kebanyakan tidak proposional, dan bentuk muka yang kotak kotak. cerita yang dibuatnya sangat menarik, konspirasi nazi untuk memanggil setan, bruce wayne yang bertemu sigmund freud lalu melawan jack the ripper, sampai agen khusus lincoln untuk menangani masalah masalah paranormal.

beberapa minggu lalu saya menemukan komik annual the new mutants dengan kover yang dibuat Mike Mignola. oh ya, saya juga punya komik batman yang kovernya digambar Mike Mignola, lain kali saya akan scan juga.

Senin, 23 November 2009

mulai





beberapa gambar saya yang ada di omuniuum.

Minggu, 22 November 2009

robot recycle experience di stand omuniuum

sebuah robot hitam bertengger di atas sebuah rak baju yang ada di stand omu saat kickfest09. robot ini sangat misterius seperti pembuatnya, pria yang sangat mirip vokalis band band dasyat, evan dari recycle experience.

robotnya yang sebelah kanan, yang di monitor itu cuma video orang lain.

mungkin pengalamannya mengalami daur ulang membuatnya agak sedikit trauma dan menghasilkan robot robot berbahan sampah. untuk robot robot recycle experience lainnya dapat dilihat di omuniuum, jl. ciumbuleuit 151b lt. 2 (depan unpar).

evan (mirip rian demasip kan?) dan boit (pemilik omuniuum)

*marilah mari kita bersama memanjatkan doakan evan dan tina (soulmate dan manager evan) agar mereka segera lulus dari kuliahnya!!!! dan membuat hidup yang lebih seru selamanya.

kuliah, kelas dan pendidikan membosankan

ditambah spidol yang tidak lagi berwarna hitam, namun kebiru-unguan (sial) menghasilkan mahluk ini,


Minggu, 15 November 2009

bertemu Tian Chua

beberapa hari kemarin saya terlibat dengan sebuah acara tentang sosialisme demokrasi (sosdem), yang di adakan di kampus saya dengan lembaga donor dari jerman, FES. di acara itu hadir seorang aktivis, politisi, anggota partai dan anggota dewan dari malaysia, bernama Tian Chua.

saat memyusun brosur dan poster acara ini, saya sempat meragukan orang ini, yang saya bayangkan adalah sesosok kokoh kokoh penjual hp di bec yang gendut dan bicara dengan bahasa yang tinggi mengawang awang.

tapi semua itu salah ketika saya menyaksikan dia sebagai pembicara, selain penampilan fisik yang sama sekali bertentangan dengan pikiran saya, beliau juga sangat pandai. bahkan, menurut saya, dia lebih pandai dari pembicara lainnya, seorang anggota partai sosdem mapan di jerman.

beberapa hal yang membuat saya terkagum ialah ketika ia agak didebat oleh seorang mahasiswa yang mengaku diri dari gerakan mahasiswa nasionalis sangat sekali, karena dia berpendapat bahwa ideologi itu tidak terlalu penting. dengan bahasa melayu yang mudah dipahami dia menjawab, ideologi itu harusnya dilebur dan selalu dilebur dalam partai, jangan menganggap ideologi dalam partai itu final, menurutnya yang lebih penting adalah bagaimana leburan ideologi ideologi itu menghasilkan program yang menyejahterakan rakyat. dan bila tiap muncul ideolgi yang sedikit berbeda partai pecah, apakah tujuan partai itu akan tercapai.

lalu setelah selesai diskusi dia masih sempat berbincang bincang, dan dia berpendapat kiri (mungkin progresif) atau tidaknya sebuah partai, tidak ditentukan dari ideologi yang dianutnya, tapi bagaimana partai itu mengambil langkah akan kondisi faktual yang terjadi.

bila banyak orang pintar hanya berheti diskusi, Tian Chua ikut terlibat langsung dengan aktivitas politik yang cukup berbahaya, dia berkali kali ditangkap polisi. ada sebuah foto yang sangat sangat keren menurut saya, ketika dia ditangkap, dia melawan sampai digotong polisi.




saat saya mencari tentang Tian Chua di internet saya menemukan dia membintangi sebuah film science fiction pendek malaysia berjudul One Future, yang disutradarai oleh Tan Chui Mui.