Minggu, 20 Desember 2009

diskusi tentang apalah dengan seno gumira, acep zamzam dan seorang moderator yang minta tolong

acara di hari senin tanggal 14 desember itu telah dikabarkan kepada seminggu sebelumnya oleh seorang teman. oleh karena itu saya memaksakan diri saya untuk mengerjakan take home test yang harus dikumpulkan hari selasa 15 desember, agar saya tidak sibuk mengerjakannya semalam sebelumnya (seperti biasanya). dan saya pun sibuk mencari uang untuk membeli buku kitab omong kosong untuk hadiah ulang tahun novi, yang akan saya mintakan tanda tangan seno gumira (salah satu penulis indonesia favorit kami berdua).

acara ini diadakan di gereja maulana yusuf. menurut sms yang saya terima acaranya dimulai jam 17.30 tapi kata teman saya yang aktif di gereja itu acara jam 18.00, maka saya mengajak boit omu. sampai sana jam 18.15, acara belum mulai ternyata diisi makan sore, sebuah nasi bungkus, dan kuis kuis ga jelas (siapa yang paling muda? siapa yang bawa foto orang tuanya di dompet?). acara sesungguhnya baru mulai jam 19.00.

moderator acara ini (maaf) nampaknya terlalu menyita waktu dan tidak menjalankan fungsinya secara baik. kabar acara yang disebar kemana mana membahas buku seno terbaru berjudul nagabumi, namun acara itu malah membahas tentang membaca dan menulis SASTRA. acara ini saya nilai terlalu membosankan, diisi dengan pertanyaan pertanyaan klise, bagaimana memperoleh inspirasi? apa isi buku ini? pengalaman menjadi sastrawan gimana? dan acara ini sangat lama, mulai jam 19.00 selesai jam 22.00, menurut saya tiga jam untuk diskusi merupakan waktu yang melelahkan untuk pembicara dan peserta.

seno menjawab apa definisi dari sastra.

bagaimana panitia menggambarkan nagabumi, brilian!

acep menerangkan bagaimana menuliskan bahasa semesta dalam karya sastra.

seno yang nampak kelelahan melayani penggemarnya yang berbondong bondong minta tanda tangan (termasuk saya) dan foto bareng.


buku kitab omong kosong dan penembak misterius yang berhasil ditanda tangani oleh seno.

4 komentar:

  1. wah tapi aku rasa tanpa bang seno membedah bukunya disana, opa feransis bisa menggagasnya sendiri hihi.

    logo nagabumi yang dibikin panitia kayak yang ada di indosiar, ya. :D

    BalasHapus
  2. nanti kita buat membedah buku ini, waktu ga lagi uas.
    hahaha, iya logonya bagus sekali.

    BalasHapus
  3. itu kok bukunya ada cap pangudi luhurnya yaks

    BalasHapus
  4. oh yaya??
    umm,, baru liat ni, siapa yang ngecap ya?

    BalasHapus