Minggu, 15 November 2009

bertemu Tian Chua

beberapa hari kemarin saya terlibat dengan sebuah acara tentang sosialisme demokrasi (sosdem), yang di adakan di kampus saya dengan lembaga donor dari jerman, FES. di acara itu hadir seorang aktivis, politisi, anggota partai dan anggota dewan dari malaysia, bernama Tian Chua.

saat memyusun brosur dan poster acara ini, saya sempat meragukan orang ini, yang saya bayangkan adalah sesosok kokoh kokoh penjual hp di bec yang gendut dan bicara dengan bahasa yang tinggi mengawang awang.

tapi semua itu salah ketika saya menyaksikan dia sebagai pembicara, selain penampilan fisik yang sama sekali bertentangan dengan pikiran saya, beliau juga sangat pandai. bahkan, menurut saya, dia lebih pandai dari pembicara lainnya, seorang anggota partai sosdem mapan di jerman.

beberapa hal yang membuat saya terkagum ialah ketika ia agak didebat oleh seorang mahasiswa yang mengaku diri dari gerakan mahasiswa nasionalis sangat sekali, karena dia berpendapat bahwa ideologi itu tidak terlalu penting. dengan bahasa melayu yang mudah dipahami dia menjawab, ideologi itu harusnya dilebur dan selalu dilebur dalam partai, jangan menganggap ideologi dalam partai itu final, menurutnya yang lebih penting adalah bagaimana leburan ideologi ideologi itu menghasilkan program yang menyejahterakan rakyat. dan bila tiap muncul ideolgi yang sedikit berbeda partai pecah, apakah tujuan partai itu akan tercapai.

lalu setelah selesai diskusi dia masih sempat berbincang bincang, dan dia berpendapat kiri (mungkin progresif) atau tidaknya sebuah partai, tidak ditentukan dari ideologi yang dianutnya, tapi bagaimana partai itu mengambil langkah akan kondisi faktual yang terjadi.

bila banyak orang pintar hanya berheti diskusi, Tian Chua ikut terlibat langsung dengan aktivitas politik yang cukup berbahaya, dia berkali kali ditangkap polisi. ada sebuah foto yang sangat sangat keren menurut saya, ketika dia ditangkap, dia melawan sampai digotong polisi.




saat saya mencari tentang Tian Chua di internet saya menemukan dia membintangi sebuah film science fiction pendek malaysia berjudul One Future, yang disutradarai oleh Tan Chui Mui.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar