Sabtu, 18 Juli 2009

Gadis Kecil Berbaju Kuning dan Balon Merah*

Seorang gadis kecil berbaju kuning dengan balon merahnya yang berisi gas hidrogen berlari lari kecil ditengah padang rumput.

Balon merah yang dapat terbang itu melirik ke arah gadis kecil. “Aku ingin bebas,” keluhnya dalam hati yang juga berisi gas hidrogen.

Balon merah itu pun memberanikan dirinya untuk bertanya kepada gadis kecil, “Hei gadis kecil, mengapa kamu selalu memegang tali yang mengikatku?”.

Gadis kecil yang sedang berlari kecil itu pun berhenti sejenak, menatap heran balon merah itu, lalu berpikir sejenak dan menjawab “Mungkin bila aku melepaskan ikatanmu, kamu akan terbang sampai luar angkasa, balon.”

“Sebenarnya aku juga ingin bebas seperti kamu gadis kecil, bisa bermain main sepanjang hari.”

“Oh, tidak tahu kah kamu balon, bahwa kamu sangat lemah. Aku tidak ingin dan tidak bisa melihat sesuatu yang buruk terjadi padamu balon.”

“Sesuatu yang buruk seperti apa yang dapat terjadi padaku?”

Gadis kecil itu menarik balon merah itu dan berbisik kepadanya, “Kamu harus berhati hati, sebab di padang rumput ini banyak benda tajam tersembunyi yang bisa mencelakakan kamu." gadis kecil itu menunjuk bukit di utara mereka, "Lihat di sebelah sana. Ada kaktus kaktus yang memiliki berpori-pori lancip, mereka tidak segan untuk memecahkanmu. Di sebelah sana juga ada ratu lebah dan pasukannya yang selalu berpatroli membawa pedang yang dapat mematikanmu.”

“Tapi aku ingin bebas. tidak ada lagi yang aku inginkan di dunia ini selain kebebasan, dan aku akan sangat berterima kasih jika kamu membebaskanku.”

Gadis kecil itu pun berpikir sejenak, lalu memandang balon merah dan tali ikatannya yang masih tergenggam di tangannya.

“Baiklah, memang bukan aku yang berhak untuk mengikatmu selamanya. Selamat tinggal balon, berhati hatilah dengan kebebasanmu.”

Gadis kecil itu perlahan melepaskan genggamannya, balon merah itu pun terlepas melayang perlahan. Balon itu berteriak sebelum terlalu jauh, "Terimakasih! Aku tidak akan melupakanmu gadis kecil!"

Makin tinggi balon itu hingga hampir melewati awan, sampai sekawanan gagak yang menuju ke arah selatan melewati balon merah itu, menabraknya sampai balon merah itu akhirnya meletus.

Gadis kecil berbaju kuning itu hanya terdiam, matanya berkaca-kaca sembari menyaksikan temannya yang berwarna merah itu terjatuh perlahan lahan dengan langit biru menjadi latar belakangnya.


*sebenarnya ditulis untuk Klab Menulis Media Parahyangan namun telah saya ubah sedikit disana sininya, kalau mau membaca aslinya yang di tambah embel embel "..Sebuah cerita tentang kebebasan.." entah oleh siapa bisa dilihat di sini.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar